11 Mei 2009

Desain Kurikulum

Suatu desain merupakan rencana untuk menetapkan alat, teknik, prosedur, dan unsur-unsur yang berhubungan dengan tujuan. Karakteristik desain:
1.Berfokus pada tujuan.
2.Desain memperkuat keyakinan akan berhasil.
3.Desain lebih menguntungkan baik ditinjau dari segi waktu, tenaga dan usaha.
4.Desain memperlancar komunikasi dan koordinasi
5.Desain mengurangi ketegangan
Fase-fase desain kurikulum:
1.Perumusan masalah
2.Pengembangan
3.Evaluasi

Unsur-unsur dalam desain kurikulum:
1.Mengidentifikasi tujuan
2.Memilih para peserta desainer
3.Memilih bahan kurikulum
4.Menulis tujuan-tujuan
5.Mempelajari tujuan instruksional
6.Menjabarkan tujuan-tujuan umum ke dalam tujuan instruksional
7.Menyusun pelajaran-pelajaran yang tepat
8.Mengembangkan alat-alat pelajaran
9.Membuat rekomendasi tentang lingkungan belajar
10.Menilai hasil belajar
11.Umpan balik

Nana Syaoqih (2001) mengemukakan bahwa berdasarkan pada apa yang menjadi focus pengajaran, sekurangnya ada tiga pola desain kurikulum:
1.Subject Centered Design
Kurikulum dipusatkan pada isi atau materi yang akan diajarkan.
Desain ini berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekankan pengetahuan, nilai-nilai, dan warisan budaya masa lalu dan berupaya mewariskannya pada generasi mendatang.
Kelebihan:
a.Mudah disusun, dilaksanaka, dievaluasi dan dilaksanakan.
b.Para pengajarnya tidak perlu dipersiapkan khusus, yang penting dipandang menguasai ilmu dan bahan yang akan diajarkan.
Kelemahan:
a.Karena ilmu pengetahuan diberikan terpisah, hal itu bertentangan dengan kenyataan bahwa pengetahuan itu merupakan satu kesatuan.
b.Peran peserta didik sangat pasif
c.Pengajaran lebih menekankan pada pengetahuan dan kehidupan masa lalu, pengajaran lebih bersifat verbalistis dan kurang praktis.
Beberapa cabang:
a)The subject design
Bentuk paling murni dari subject centered design.
Kelebihan:
Penyusunannya mudah.
Sudah dikenal lama, mudah untuk dilaksanakan.
Memudahkan peserta didik melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi (PT), karena PT menggunakan bentuk ini.
Efisien karena metode utama adalah ekspositori.
Sangat ampuh untuk alat melestarikan warisan budaya masa lalu.
Kelemahan:
Pengetahuan terpisah-pisah.
Isi kurikulum diambil dari masa lalu.
Kurang memperhatikan minat, kebutuhan, dan pengalaman peserta didik.
Disusun berdasarkan sistematika ilmu, sering menimbulkan kesukaran mempelajari dan menggunakannya.
Mengutamakan isi, kurang memperhatikan cara penyampaian.
b)The discipline design
Batang tubuh keilmuwan menentukan apakah sebuah bahan pelajaran itu disebut disiplin ilmu atau bukan.
Peserta didik didorong memahami logika dan struktur dasar suatu disiplin.
Pendekatan yang banyak digunakan: inkuiri dan diskaveri
Kelebihan:
Dapat memelihara integritas intelektual pengetahuan manusia.
Peserta didik menguasai konsep, hubungan, dan proses-proses intelektual.
Kelemahan:
Belum dapat memberikan pengetahuan yang terintegrasi.
Belum mampu mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat dan lingkungan.
Belum bertolak pada minat, kebutahan, atau pengalaman peserta didik.
Susunan kurikulum belum efisien untuk KBM maupun penggunaannya.
Secara akademis dan intelektual masih cukup sempit.
c)The Broad Fields Design
Beberapa pelajaran yang berdekatan atau berhubungan disatukan.
Banyak digunakan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, agak terbatas pada pendidikan di atasnya.
Kelebihan:
Karena dasarnya bahan terpisah-pisah, walaupun sudah terjadi penyatuan, beberapa pelajaran masih memungkinkan penyusunan warisan-warisan budaya secara sistematis dan teratur.
Memungkinkan peserta didik melihat hubungan-hubungan berbagai hal.
Kelemahan:
Sulit sekali guru menguasai bidang yang luas.
Tidak dapat diberikan secara mendetail, hanya permukaannya saja.
Pengintegrasian bahan ajar terbatas sekali, tidak menggambarkan kenyataan, tidak memberikan pengalaman yang sesungguhnya pada siswa, sehingga kurang membangkitkan minat belajar.
Tetap kurang menekankan pencapaian tujuan yang bersifat afekif dan kognitif tingkat tinggi.
2.Learner Centered Design
Memberikan tempat utama kepada peserta didik.
Guru berperan menciptakan situasi belajar-mengajar, mendorong, dan memberikan bimbingan sesuai kebutuhan peserta didik.
Dua ciri utama yang membedakannya dengan subject centered:
1.Mengembangkan kurikulum bertolak dari peserta didik, bukan dari isi.
2.Bersifat non-preplanned, dikembangkan bersama antara guru dan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas pendidikan.
3.Problem Centered Design
Berpangkal pada filsafat yang mengutamakan peranan manusia.
Berangkat dari asumsi bahwa manusia hidup bersama, menghadapi masalah bersama dan harus dipecahkan bersama juga.
Isi kurikulum berupa masalah social yang dihadapi peserta didik sekarang dan yang akan datang.
Sekuen disusun berdasarkan minat, kebutuhan, dan pengalaman perserta didik.
Variasi:
a)The Areas Of Living Design
Tujuan yang bersifat proses (processe
b)The Core Design

Tidak ada komentar:

Posting Komentar